Minggu, 04 Mei 2014

Pengalaman Menggunakan BPJS

Sebelum bercerita tentang pengalaman, alangkah lebih baik apabila Kodok_legi berbicara secara singkat tentang BPJS.
Definisi sederhana dari BPJS (sesuai dengan undang-undang nomor 40 tahun 2004 adalah sebuah badan nirlaba (tidak mencari untung) yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial yaitu, jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
BPJS di Indonesia merupakan gabungan/perubahan dari PT Askes, PT Jamsostek, PT Asabri dan PT Taspen.
Kodok_legi sebagai salah satu peserta dari PT Askes, secara otomatis terdaftar langsung ke BPJS, dan kartu askes yang dipakai sekarang masih bisa digunakan dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan BPJS terutarama adalah BPJS Kesehatan.


Gambar di ambil dari Google

 Dalam menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan ini, Kodok_legi didaftarkan dalam BPJS dan sebagai peserta maka Kodok_legi memperoleh fasilitas berupa dokter keluarga. Jadi, Kodok_legi ditawari untuk memilih dokter keluarga yang paling dirasa nyaman dengan Kodok_legi, dan pada proses ini, peserta BPJS boleh berganti dokter apabila dokter tersebut dirasa kurang nyaman.
Kodok_legi memilih dokter yang lokasinya terdekat dengan tempat tinggal (kurang lebih berjalan kakai 5 menit). hal ini karena Kodok_legi sering bertugas luar kota, sehingga nantinya keluarga apabila ingin ke dokter tersebut tidak terlalu berjauhan.
Minggu ini, kluarga Kodok_legi mendapatkan sakit yang cukup lumayan parah. sakit tersebut harus diobati oleh dokter spesialis di rumah sakit. Nah, untuk dapat berobat di rumah sakit dan menikmati fasilitas BPJS Kesehatan, Kodok_legi harus mendapat rujukan yang berasal dari Puskesmas atau dokter keluarga. Kodok_legi memilih untuk mendapat rujukan dari dokter keluarga, hal ini karena relatif lebih nyaman, karena pelayanan di puskesmas kurang nyaman daripada di dokter keluarga.
Gambar di ambil dari Google

Setelah memperloeh rujukan, akhirnya Kodok_legi kerumah sakit. dan ternyata prosesnya sangat mudah sekali:
1. Kodok_legi mendaftar pada loket khusus (rumah sakit yang Kodok_legi datangi menyediaan ruangan BPJS yang digunakan untuk pendaftaran pasian menggunakan fasilitas BPJS, ruangan tersebut lebih dingin daripada ruangan pendaftaran biasa karena ruangan BPJS menggunakan ac, sedangkan pedaftarn biasa tidak menggunakan AC).\
2. Pendaftaran tersebut menggunakan kartu askes lama (karena memang masih bisa berfungsi), mengisi form pasien baru (apabila pasien lama, cukup menggunakan kartu pasien), dan yang terpenting adalah surat rujukan dari puskesman atau dokter keluarga (tanpa surat rujukan ini, kita dianggap pasien biasa (swasta)).
3. Surat rujukan ini berlaku selama 1 bulan sejak tanggal dikeluarkan, jadi nanti apabila setelah 1 bulan masih harus tetep kontrol di rumah sakit, ya harus minta surat rujukan lagi.
4. Setelah mendaftar tersebut, dan menunggu tidak terlalu lama, maka nama Kodok_legi dipanggil dan menandatangani klaim (tanpa membayar sedikitpun), dan setelah itu menerima berkas dokumen pasien yang nantinya diserahkan ke bagian pendaftaran biasa.
5. setelah itu Kodok_legi langsung diarahkan ke poliklinik yang dituju dan menunggu untuk diperiksa disana.
6. setelah diperiksa, dan diberi resep obat, Kodok_legi menebus obat tersebut di bagian Farmasi. dan lagi-lagi obat ini gratis karena telah diklaim oleh BPJS. Namun demikian terdapat obat tertentu yang tidak bisa disediakan oleh bagian Farmasi, dan terhadap obat-obat inilah Kodok_legi harus membeli di apotik luar.
7. Setelah mendapat obat, Kodok_legi bisa pulang kerumah.
Itulah proses Kodok_legi menggunakan fasilitas BPJS di rumah sakit, cukup mudah dan sederhana. Proses ini Kodok_legi lakukan di RS Abepura Jayapura. Mungkin proses BPJS di rumah sakit lain sedikit berbeda, tapi Kodok_legi yakin tidak akan terlalu berbeda dengan proses yang Kodok_legi lalui.
Gambar di Ambil dari Google

Semoga sharing pengalaman ini bisa menambah pengetahuan.

Jumat, 25 April 2014

Beberapa Hal pada Film Captain America: Winter Soldier

24 April 2014 Kodok_legi menonton film terbaru yang diputar di bioskop, Captain America: The Winter Soldier. Kodok_legi cukup tertarik dengan film ini, mengingat film yang pertama menyajikan nuansa super hero yang berbeda dengan film-film lainnya, baik yang dikeluarkan Studio Marvel sebelumnya maupun pahlawan-pahlawan di DC Comic.

 gambar diambil dari Google

Film ini cukup menyajikan aksi yang menarik, pertarungan jarak dekat yang dapat dinikmati oleh mata, tanpa harus bingung siapa yang memukul atau siapa yang menendang. Karena memang kadang, pertarungan jarak dekat yang diperlihatkan di film cukup membingungkan bagi penonton. Membingungkan dalam arti untuk mengetahui siapa yang memukul, siapa yang menendang karena gerakan dalam film yang susah dicerna, atau mungkin sudut pengambilan gambarnya. Sebagai contoh adalah film transformer. Jujur, Kodok_legi sulit untuk mencerna adegan bertempur antara robot decepticon dengan autobot. Sering bingung ini tangan siapa yang memukul itu, tangannya descepticon atau autobots. Tapi di film ini adegan pertempuran cukup jelas untuk dinikmati.

Ada beberapa hal yang cukup berkesan di Film ini bagi Kodok_legi, yaitu:
1. Karakter Captain America
Seperti diketahui dari film pertama bahwa sang kapten membeku cukup lama dan terbangun untuk melihat bahwa dunia telah berubah, dan kapten cukup kesulitan menyesuaikan diri. Sang kapten masih menjunjung nilai-nilai yang diperjuangkannya pada saat perang dulu. Saat itu Kapten berjuang melawan negara lain, dia memperjuangkan kemerdekaan, kebebasan dengan cara-cara yang dia yakini benar, yaitu kejujuran, kehormatan, kepercayaan, namun sepertinya nilai-nilai yang  dia anggap sangat berarti, ternyaya sangat berbeda dengan yang diyakini oleh orang di jaman ini.
Padahal nilai-nilai itulah yang menurut Kodok_legi harus tetap dipertahankan, kejujuran, kehormatan, kepercayaan di jaman sekarang ini. Saat ini masyarakat telah kehilangan nilai-nilai tersebut.

2. Pelaku dihukum sebelum berbuat.
Masih seputar keyakinan kapten. Dalam film tersebut, berkisar diantara proyek pembuatan senjata yang direncanakan untuk menjaga kedamaian. Senajata tersebut akan ditujukan kepada orang yang akan berbuat jahat. Dalam film sang kapten menolak senjata tersebut karena pada masa sang kapten (saat perang dunia 2), orang dihukum karena berbuat kejahatan, orang tidak dihukum karena kejahatan yang belum dilakukannya.
Hal ini seperti film Minority report, dimana terdapat cenayang yang memperkirakan bila terjadi pembunuhan, dan unit khusus dikirim untuk mencegah pembunuhan tersebut dan menghukum calon pelaku.
Kodok_legi berpikir bahwa ini adalah hal yang mengerikan. Bayangkan bila senjata itu ada, atau mungkin bayangkan bila ternyata pemerintah kita berpikir seperti itu (menghukum calon pelaku kejahatan yang belum berbuat kejahatan untuk kejahatan yang akan dilakukannya). Bagaimana bila ternyata calon pelaku nantinya sadar sebelum berbuat, bagaimana bila terjadi hal-hal yang diluar rencana dan akhirnya pelaku tidak jadi berbuat jahat. Niat awal yang baik untuk menjaga agar tidak terjadi kejahatan tapi pada akhirnya berujung  tidak baik.

3. Mungkin Kodok_legi kurang teliti, tapi Kodok_legi perhatikan bahwa dalam film tersebut, sang kapten tidak sekalipun menggunakan gadget masa kini.

Itu beberapa hal dari film ini yang cukup menarik perhatian Kodok_legi.

Senin, 21 Oktober 2013

Pengendara Berhelm Kuning

Bagi yang tinggal di kota besar di Indonesia pasti tahu tentang keberadaan Taxi. Ada bermacam-macam taxi di Indonesia yang berasal dari perusahaan yang berbeda. Ada taxi yang menggunakan mobil jenis sedan (pada umumnya) dan ada juga taxi yang menggunakan mobil jenis MPV. Namun satu hal yang jelas kita lihat bahwa itu taxi adalah tanda-tanda yang jelas menunjukan bahwa mobil itu (apapun jenis mobilnya) adalah taxi. Salah satu hal yang menjadi tanda adalah adanya sebuah tanda/lampu di atas kap mobil. Di taxi yang masih normal, apabila tanda/lampu diatas mobil tersebut menyala maka berarti taxi itu kosong/tidak ada penumpang, dan bila tanda tersebut mati maka taxi tersebut sedang melayani penumpang. Taxi juga biasanya berkeliling kota untuk mencari penumpang. Memang ada beberapa taxi yang "mangkal" di beberapa spot tertentu, tapi sebagian besar sering berkeliling mencari penumpang.

Sekarang, apa hubungannya dengan pengendara berhelm kuning.

Bila ada yang pernah ke Kota Manokwari, Papua Barat, pasti mengerti maksud Pengendara Berhelm Kuning. Ya, itu adalah ciri khas dari ojek di Kota Manokwari. Trus apa hubungannya dengan taxi?
Menurut Kodok_legi, Para pengendara berhelm kuning inilah taxi di kota Manokwari. Karena seperti ciri-ciri taxi yang sudah disebutkan diatas, maka para tukang ojek tersebut bisa dilihat ciri sebagai berikut:

1. Mereka punya tanda/ciri khas yang menunjukan bahwa mereka ojek.
 Tanda yang paling jelas adalah bahwa mereka pasti dan pasti memakai helm Kuning. Seperti taxi yang menggunakan lampu petunjuk di atas kap mobil, maka mereka pasti menggunakan helm kuning. Dan yang lebih menunjukan tanda tersebut adalah di bagian belakang helm tersebut, terdapat plat (semacam plat nomor kendaraan) yang di plat tersebut menunjukan angka-angka dan tulisan ojek.
Kodok_legi mengkonfirmasi kepada teman yang telah lama tinggal di Manokwari dan teman Kodok_legi menjelaskan bahwa ada semacam paguyuban di Manokwari yang menaungi ojek-ojek tersebut. Jadi apabila kita masuk panguyuban tersebut, maka mendapat semacam nomor anggota yang dipasang di bagian belakang helm yang pastinya berwarna kuning. Plat tersebut seolah menunjukan bahwa mereka adalah ojek resmi di kota Manokwari.

2. Para tukang ojek di Kota Manokwari berkeliling kota mencari mangsa??..... Pelanggan.
Seperti taxi yang kebanyakan berkeliling kota untuk mencari pelanggan, maka seperti itulah ojek di Kota Manokwari. Di setiap jalan pasti kita bisa melihat adanya ojek yang sedang berjalan tanpa pelanggan. Ojek tersebut biasanya mencari pelanggan. dan memang sangat mudah untuk mencari ojek, kita tinggal menunggu di pinggir jalan, maka pasti ada ojek yang akan lewat dan memberi tanda untuk menawarkan jasanya. Agak berbeda dengan ojek di jawa yang kebanyakan "mangkal" di beberapa spot, maka disini justru lebih sedikit yang "mangkal" di beberapa spot.

well, itulah ojek di kota Manokwari. Ada yang bilang no Pic = Hoax, maka Kodok_legi berikan pic yang blumayan cukup jelas (pengambilan foto di dalam mobil yang sedang berjalan atau sedang berhenti di lampu merah).


Selasa, 15 Oktober 2013

Pulau Mansinam Di Manokwari

Bagi beberapa orang, mungkin nama Pulau Mansinam cukup asing di telinga. Dimanakah letak pulau tersebut? Namun apabila pertanyaan tersebut ditanyakan kepada penduduk di kota Manokwari Papua Barat, maka bisa dikatakan hampir semua orang tahu tempat/lokasi pulau tersebut.
Pulau Mansinam jika kita mencari di search engine yang tersedia di internet maka akan menunjukan bahwa pulau tersebut menjadi salah satu ikon sejarah di Kota Manokwari. Di pulau inilah pertama kali injil datang. Pulau ini tempat misionaris yang membawa injil (agama kristen) mendarat di Papua dan memulai pelayanannya. Untuk lebih jelas tentang cerita kedatangan misionaris tersebut bolehlah di cari di halaman wikipedia maupun halaman internet yang lain yang menunjukan dengan mendetil sejarah Pulau Mansinam.

Kali ini Kodok_legi berkesempatan mengunjungi Pulau Mansinam. Kebetulan Kodok_legi sedang bertugas di Manokwari, dan kemudian melepaskan penat dengan berwisata ke Pulau Mansinam. Untuk menuju kesana dari Kota Manokwari cukup mudah. Banyak ojek yang pastinya bersedia mengantar ke pelabuhan untuk menuju Pulau Mansinam. Ojek di Kota Manokwari gampang dikenali. Terutama dengan tanda berupa helm berwarna kuning dan terdapat semacam plat yang berisi angka-angka yang menempel di bagian belakang helm tersebut. Tidak seperti ojek di pulau jawa yang kebanyakan mangkal di suatu tempat, ojek di Manokwari ini lebih sering berkeliling mencari pelanggan.

Apabila kita membawa mobil sendiri, cukup arahkan mobil ke arah pelabuhan atau ke arah jalan pasir putih. Nantinya kita akan melewati rumah sakit daerah dan kemudian setelah beberapa saat akan melewati sebuah gereja di sebelah kiri (Gereja Kwawi). Beberapa meter di depan gereja tersebut di sebelah kanan akan terdapat pelabuhan kecil yang menjorok ke laut. Pelabuhan yang cukup untuk perahu kecil (semacam perahu nelayan) yang menggunakan mesin motor tempel. Dipelabuhan kecil tersebut juga terdapat halaman yang cukup untuk memuat kurang lebih 7 mobil (bila di tata dengan benar).

Masyarakat di sana sangat ramah ketika Kodok_legi tanya (tentunya harus dengan sopan) mengenai cara kita ke pulau Mansinam. Ternyata di pelabuhan tersebut merupakan tempat perahu-perahu yang biasa menyeberangkan orang dari Kota Manokwari ke Pulau Mansinam (baik penduduk maupun turis). Perahu-perahu tersebut diatas semacam angkot air. Kita bisa menyewa perahu tersebut untuk mengantar (tentunya setelah negoisasi tentang harga). Dengan perahu tersebut kita bisa datang ke Pulau Mansinam maupun pulau di sebelahnya yaitu Pulau Lemon.

Pemandangan di Pulau Mansinam sangat indah, pasir putih yang lembut, air yang jernih, sangat cocok bagi yang ingin berenang. Arus air yang tidak begitu deras cocok juga bagi yang ingin snorkeling. Cuma kita harus pintar-pintar mencari  lokasi snorkeling. Kodok_legi tidak banyak memfoto hari ini hanya dua foto ini yang bisa Kodok_legi tampilkan. Bila ingin tahu lebih lagi, silahkan datang ke Pulau Mansinam