Rabu, 31 Januari 2018

Tulisan Yang Lucu

Sesuai dengan judul entri, ada Tulisan yang Lucu, (menurut kodok_legi) sih. Tulisan itu biasanya ditemuai di toilet-toilet umum. kira-kira tulisannya seperti ini:

"Dilarang Membuang Benda Apapun Ke Dalam Kloset"
gambar diperoleh dari google
Gambar diperoleh dari Google











Apa yang lucu dari tulisan tersebut. Misalnya tidak boleh membuang benda apapun ke dalam kloset, ya berarti kloset tersebut tidak pernah dipakai dong. Bukankah air seni kita maupun hasil BAB kita juga termasuk dengan benda. Kalo gitu, air seni dan hasil BAB kita tidak boleh dimasukan ke dalam kloset. Kan kita membuang benda tersebut dari dalam tubuh kita.

Kemudian ada lagi yang lucu, yaitu:

"Dilarang Membuang Sampah ke Dalam Kloset"
Gambar diperoleh dari Google








Sesuai dengan KBBI daring, sampah adalah:
  1. n barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas: jangan membuang -- sembarangan
  2. n ki hina: hidup sebagai gelandangan dianggap -- masyarakat
Dengan demikian, maka kedua benda yang tadi disebutkan diatas merupakan sampah juga dong, karena merupakan benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Kan air seni dan BAB merupakan benda yang dibuang dan ga dipakai lagi (maksudnya dipakai oleh tubuh). Secara umum itulah anggapannya. jadi ya kalo ada tulisan seprti itu, berarti toilet tidak boleh digunakan dong.

#hanyapemikiransaja 

Jumat, 24 November 2017

Melihat Kesalahan Orang Lain

Ungkapan "Gajah di Pelupuk Mata Tidak nampak, Semut diseberang lautan tampak" mungkin sangat mudah ditemui pada kehidupan ini. Sebuah peribahasa yang menunjukan bahwa sangat mudah melihat kesalahan orang lain tanpa dapat melihat kesalahan sendiri, yang mungkin jauh lebih besar dari kesalahan orang lain tersebut.
Saat ini begitu mudah menghakimi orang lain karena kesalahan-kesalahan yang dibuatnya, entah itu masih praduga atau memang benar-benar terbukti. Padahal belum tentu diri kita yang menghakimi lebih tidak bersalah dari orang lain tersebut.
Jadi ingat baru-baru ini ada kasus pasangan yang diduga berbuat mesum ditelanjangi dan diarak keliling sebagai bentuk hukuman atas "kemesuman" mereka. Masih ingat juga, seorang tukang servis barang elektronik yang dibakar hidup-hidup karena diduga mencuri peralatan elektronik.
Setelah dibaca berita-berita yang tersebut di media, terlihat bahwa pada mulanya adalah "dugaan". Orang lain hanya menduga-duga bahwa si A, si B, si C dst melakukan hal-hal yang bertentangan sehingga kemudian mereka menghukumnya.
Terhadap kasus-kasus ini jadi teringat kasus yang mirip-mirip yang telah terjadi pada waktu yang lampau. Kurang lebih 2.000 tahun yang lalu. Kasus tersebut tercatat dalam Alkitab. Kurang lebih seperti.
Ada perempuan yang kedapatan berbuat sundal/mesum yang kemudian perempuan tersebut dibawa kehadapan Yesus oleh orang-orang yang tidak menyukai Yesus untuk mencobaiNya. Orang-orang tersebut berkata bahwa sesuai dengan hukum yang berlaku, maka perempuan tersebut harus dilempari batu. Mereka meminta jawaban dari Yesus terkait hal tersebut.
Dan menurutku yang luar biasa adalah jawaban dari Yesus.
Yesus menjawab bahwa siapa dari mereka yang TIDAK PERNAH berbuat dosa, baiklah dia yang memulai untuk melempar batu.
Hasilnya, tentu saja tidak ada yang melempar batu, semua orang pergi satu persatu. Ini menunjukan bahwa ternyata mereka sendiri juga tidak bisa hidup lurus. ada kalanya mereka pernah melakukan dosa.
Kembali ke masa kini, alangkah baiknya jika kita mengingat cerita terssebut diatas. Apabila kita mendapati atau hanya cuma menduga orang melakukan kesalahan, sebelum kita menghakimi orang tersebut yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen, alangkah baiknya kalo kita mengingat, "APAKAH AKU ADALAH ORANG YANG TIDAK PERNAH BERBUAT KESALAHAN".

Selasa, 07 November 2017

Dan Masalah Itu Bernama Yutup

Suatu siang, ketika lagi di lampu merah pertigaan jalan, sambil menunggul lampu hijau menyala kedengaran lah suara salah seorang pengendara lain di pertigaan tersebut. Seorang ibu yang memboncengkan anaknya yang masih SD. Sepertinya baru saja menjemput anak tersebut dari pulang sekolah. Maklum, pertigaan tersebut berada di samping salah satu SD yang cukup terkenal di kota ini. Ternyata ibu itu berbicara dengan seorang bapak yang sama-sama menaiki motor dan memboncengkan seorang anak SD. Kelihatannya, anak-anak mereka satu sekolah.
"anakku itu kalo sudah pulang sekolah sampai rumah, tas langsung aja dilempar, baju juga dilempar saja dan langsung pegang HP lihat yutup" Kata ibu itu.
Menurutku, itu adalah salah satu ungkapan kegelisahan dari para orang tua jaman sekarang. Betapa gawai dan terutama Yutup sangat mendominasi kehidupan anak-anak. Bisa dipahami memang, karena jaman dulu anak-anak yang sekarang menjadi orang tua tersebut tidak bermain dengan yang namanya HP, tablet, laptop dll. Tidak ada namanya yutup, plei ssetor, app setor dll. Jadinya bingung menghadapi anak-anak jaman sekarang.
Mungkin juga orang tua ikut berperan juga dalam hal ini. Masih ada terlihat ketika anak-anak menangis terus, maka orang tua gak mau ambil pusing memberikan hp nya ke anak-anak, langsung deh anaknya diem. Ada lagi yang ketika sedang bersama anaknya, entah menemani belajar anaknya ada menemani makan, orang tua sambil memegang HP. Masing-masing punya alasan sendiri.
Kembali ke yutup tadi. Ada orang tua lain yang karena yutup tersebut, dilihat oleh anaknya, tau-tau bisa menghabiskan pulsa sampai Ratusan ribu dalam seminggu.
Ga bisa dipungkiri yutup juga memiliki magnet tersendiri, contoh nih, banyak video-video tutorial DIY (Do It Yourself) yang membuat kita menjadi lebih hemat karena tidak harus memanggil mekanik atau membeli barang yang sudah jadi karena kita bisa membuatnya sendiri.
Jadi bagaimana menghindari dari masalah-masalah yang diutarakan oleh seorang ibu di pertigaan jalan tersbeut, atau seorang orang tua yang selalu membeli pulsa data ratusan ribu tiap minggu atau mungkin masalah-masalah lain. Menurutku yang bersikap Bijak.
Dah itu saja.

Selasa, 31 Oktober 2017

Cinta Segitiga di Tengah Perang

Judulnya sangat bombastis sekali. Tapi menurutku, judul itulah yang menggambarkan anime yang barusan aku tonton (ya sebenarnya bukan barusan, tapi sudah beberapa waktu yang lalu). Bagi yang masa kecil di tahun 90an suka menonton acara kartun televisi, (ya saat itu kita bilangnya kartun, bukan anime) pasti tahu dengan kartun Macross. Acara serial anime yang saat itu benar-benar melambungkan fantasi bagi para penonton (anak-anak tahun 90an). Bagaimana tidak, saat itu pasti yang diingat adalah adanya kapal perang ruang angkasa, pesawat yang bisa berubah jadi robot (dan dapat dikendarai) serta lagu lagu ciamik dari lakon wanitanya. Bila ingin tahu lebih dalam tentang macross, silahkan buka web-web lainnya contoh wikipeda dll, pasti banyak informasi mendalam tentang serial ini, siapa yang membuat, siapa pemerannya dll.
Setelah menonton selama 3 hari berturut-turut sebanyak 36 episode ditambah dengan 1 filmnya. Ternyata, macross ini lebih daripada yang kuingat saat anak-anak. unsur utama dari macross ini berupa tiga hal yaitu:
1. Mecha (pesawat yang bisa berubah jadi robot dalam serial ini. Hal ini yang paling diingat oleh ingatakan masa kecil;
2. Lagu-lagu ciamik (mungkin ga begitu ingat lagu-lagunya, tapi masih ada kilasan memori atas lagu-lagunya, hla wong waktu kecil, anak laki-laki kan tahunya pesawat jadi robot);
3. Cinta Segitiga (hal ini yang benar-benar ga nyadar waktu kecil. Baru sadar setelah menonton lagi di usia yang sudah cukup berumur ini).

Tiga hal diatas yang selama ini dikenal sebagai unsur utama serial ini dan seri-seri seterusnya. Hal ini menjadi hal yang ikonik bagi serial ini. 1. unsur mecha sudah mendapatkan tempat di hati para penggemar anime. namun demikian serial ini memiliki hal menarik yang memadukan kedua unsur lain yang seolah-olah ga nyambung ternyata menjadi hal yang revolusioner.

2. Unsur Lagu
Lagu disini menjadi salah satu plot utama dimana salah satu pemeran utama wanita menyanyikan lagu-lagu yang berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Lakon utama serial ini adalah seorang pria (Hikaru) yang menjadi pilot pesawat tempur, dua orang wanita dimana salah satu nya adalah idol/penyanyi (Minmay) dan yang lain adalah perwira militer (Misa). Lagu-lagu yang dibawakan oleh salah satu lakon tersebut menyentuh kesadaran para militer musuh dengan cara yang tidak biasa sehingga mengubah jalannya perang. Diceritakan bahwa militer musuh adalah ras alien yang tidak penah mengenal budaya atau music. Lagu-lagu ini yang menjadi peran dalam mengakhiri perang. Satu lagu legendaris adalah "Do You Remmember Love".

3. Unsur Cinta Segitiga
Unsur ini yang tidak kuingat waktu kecil, tahunya bahwa lakon pria nya bahagia sama pemeran wanita. Namun ternyata tidak, banyak intrik terkait cinta segitiga ini, mulai dari Hikaru yang pada awalnya jatuh cinta dengan Minmay (menurutku sih berawal dari cinta lokasi), namun saat itu cintanya bertepuk sebelah tangan, kemudian lama-kelamaan Hikaru menjadi dekat dengan Misa (karena pekerjaan dll, kan sama-sama di militer). Pada saat kedekatan tersebut itulah, Minmay yang awalnya tidak memandang cinta Hikaru, menjadi kesepian dan merindukan sosok Hikaru dan berusaha mendekati Hikaru. Sementara Hikaru juga masih memiliki rasa untuk Minmay namun juga sedang menjalin hubungan dengan Misa. Hal ini yang menjadi konflik cinta segitiga.
Kukira hal ini banyak terjadi di dunia nyata. Pernahkan membayangkan bahwa mungkin ada orang yang mencintai kita dengan sungguh-sungguh, namun kita tidak membalas cintanya. Bisa jadi karena banyak hal, karena kita tidak cinta orang tsb, bukan kriteria dambaan kita, dan banyak sebab lainnya. Namun kemudian ketika orang tersebut akhirnya move on dari kita dan mendapatkan orang lain sebagai pelabuhan cintanya. Ada kemungkinan rasa kehilangan, rasa menyesal dll kenapa kita tidak menerima pernyataan cinta tsb. Nah, Cinta memang sesuatu yang misterius. Seribu orang mengatakan cinta, seribu bentuk cinta yang diungkapkan.
Pada akhirnya, Hikaru harus memilik salah satu dari Minmay atau Misa. Dan memang pada anime ini, dia memilih salah satu. Pilihan yang tepat menurutku.

Akhirnya, anime ini walaupun klasik, dan mungkin gambarnya ga sebagus anime sekarang, tapi sangat direkomendasikan untuk ditonton.

Senin, 27 Oktober 2014

Karena Setiap Detik Berharga



Kesempatan ini datang bagai hujan di Musim kering
Menunggu tetesan air dari langit membasahi bumi
Seperti melihat oasis di padang pasir
Tak sabar berlari dan meraih

Kau datang saat asaku telah putus.
Membawa air yang menyegarkan dahagaku
Kedatanganmu bagaikan cahaya mentari
Membangunkanku dari mimpi

Ijinkan aku memandang wajahmu hari ini
Mengingat tatapan matamu yang lembut
Aku ingin mengingat pancaran cahaya dari wajahmu
Karena setiap detiknya berharga

Ijinkan aku mengingat suaramu
Saat bintang dan bulan bertemu
Aku ingin mendengar suaramu sampai mentari menyapa
Karena setiap detik berharga

Bila nanti kau harus pergi
Aku mengerti
Aku akan menantimu
Aku percaya
Kita akan bertemu lagi

Karena setiap detik begitu berharga
Maka aku kenang waktu ini
Karena setiap detik begitu berharga
Aku menghargai waktu ini
Karena setiap detik begitu berharga

untuk : Hime

Kamis, 02 Oktober 2014

Kekuatan Motivasi



Sungguh ajaib mengetahui kekuatan motivasi. Bagaimana motivasi menjadi sesorang melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Kenapa Kodok_legi berkata demikian karena Kodok_legi telah mengalaminya sendiri.

Kodok_legi memperhatikan bahwa ternyata ketika Kodok_legi sedang dalam masa tugas yang sebenarnya sedang dalam keadaan jenuh, datanglah sebuah motivasi, yaitu nanti saat selesai masa tugas, maka Kodok_legi akan dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan yang sudah diidamkan selama setahun lebih. Dan ternyata, wow, segera saja Kodok_legi menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan. Tentu ini adalah kekuaran ajaib dari motivasi tadi.

Yang lebih ajaib adalah ketiga ternyata Kodok_legi menemukan kejutan di saat pendidikan dan pelatihan. Bertemu dengan sang Putri yang Kodok_legi impikan. Wow, sebuah janji telah dinyatakan di dalam diri Kodok_legi. Janji yang ada saat sang Putri memberikan waktunya untuk Kodok_legi dan memotivasi Kodok_legi. Janji bahwa Kodok_legi akan menyelesaikan pendidikan dan pelatihan ini dan akan tetap fokus sampai akhir. Kita lihat saja nanti.

Sayang, sang Putri sudah harus kembali ke istananya dengan diantar oleh singa terbang. Kalo saja sang Putri bisa lebih lama disini. Namun, motivasi dari sang putri ibarat dorongan ganda bagi Kodok_legi untuk menjalani Pendidikan dan Pelatihan.

Semoga, akan ada masa ketika Kodok_legi akan bertemu kembali dengan sang Putri.

untuk Hime.

Update 17 Oktober 2014
Kodok_legi berhasil memenuhi janjinya, tetap fokus sampai dengan saat pelatihan berakhir, dan akhirnya lulus tanpa ada mata diklat yang harus mengulang. Terimakasih.

Minggu, 04 Mei 2014

Pengalaman Menggunakan BPJS

Sebelum bercerita tentang pengalaman, alangkah lebih baik apabila Kodok_legi berbicara secara singkat tentang BPJS.
Definisi sederhana dari BPJS (sesuai dengan undang-undang nomor 40 tahun 2004 adalah sebuah badan nirlaba (tidak mencari untung) yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial yaitu, jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
BPJS di Indonesia merupakan gabungan/perubahan dari PT Askes, PT Jamsostek, PT Asabri dan PT Taspen.
Kodok_legi sebagai salah satu peserta dari PT Askes, secara otomatis terdaftar langsung ke BPJS, dan kartu askes yang dipakai sekarang masih bisa digunakan dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan BPJS terutarama adalah BPJS Kesehatan.


Gambar di ambil dari Google

 Dalam menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan ini, Kodok_legi didaftarkan dalam BPJS dan sebagai peserta maka Kodok_legi memperoleh fasilitas berupa dokter keluarga. Jadi, Kodok_legi ditawari untuk memilih dokter keluarga yang paling dirasa nyaman dengan Kodok_legi, dan pada proses ini, peserta BPJS boleh berganti dokter apabila dokter tersebut dirasa kurang nyaman.
Kodok_legi memilih dokter yang lokasinya terdekat dengan tempat tinggal (kurang lebih berjalan kakai 5 menit). hal ini karena Kodok_legi sering bertugas luar kota, sehingga nantinya keluarga apabila ingin ke dokter tersebut tidak terlalu berjauhan.
Minggu ini, kluarga Kodok_legi mendapatkan sakit yang cukup lumayan parah. sakit tersebut harus diobati oleh dokter spesialis di rumah sakit. Nah, untuk dapat berobat di rumah sakit dan menikmati fasilitas BPJS Kesehatan, Kodok_legi harus mendapat rujukan yang berasal dari Puskesmas atau dokter keluarga. Kodok_legi memilih untuk mendapat rujukan dari dokter keluarga, hal ini karena relatif lebih nyaman, karena pelayanan di puskesmas kurang nyaman daripada di dokter keluarga.
Gambar di ambil dari Google

Setelah memperloeh rujukan, akhirnya Kodok_legi kerumah sakit. dan ternyata prosesnya sangat mudah sekali:
1. Kodok_legi mendaftar pada loket khusus (rumah sakit yang Kodok_legi datangi menyediaan ruangan BPJS yang digunakan untuk pendaftaran pasian menggunakan fasilitas BPJS, ruangan tersebut lebih dingin daripada ruangan pendaftaran biasa karena ruangan BPJS menggunakan ac, sedangkan pedaftarn biasa tidak menggunakan AC).\
2. Pendaftaran tersebut menggunakan kartu askes lama (karena memang masih bisa berfungsi), mengisi form pasien baru (apabila pasien lama, cukup menggunakan kartu pasien), dan yang terpenting adalah surat rujukan dari puskesman atau dokter keluarga (tanpa surat rujukan ini, kita dianggap pasien biasa (swasta)).
3. Surat rujukan ini berlaku selama 1 bulan sejak tanggal dikeluarkan, jadi nanti apabila setelah 1 bulan masih harus tetep kontrol di rumah sakit, ya harus minta surat rujukan lagi.
4. Setelah mendaftar tersebut, dan menunggu tidak terlalu lama, maka nama Kodok_legi dipanggil dan menandatangani klaim (tanpa membayar sedikitpun), dan setelah itu menerima berkas dokumen pasien yang nantinya diserahkan ke bagian pendaftaran biasa.
5. setelah itu Kodok_legi langsung diarahkan ke poliklinik yang dituju dan menunggu untuk diperiksa disana.
6. setelah diperiksa, dan diberi resep obat, Kodok_legi menebus obat tersebut di bagian Farmasi. dan lagi-lagi obat ini gratis karena telah diklaim oleh BPJS. Namun demikian terdapat obat tertentu yang tidak bisa disediakan oleh bagian Farmasi, dan terhadap obat-obat inilah Kodok_legi harus membeli di apotik luar.
7. Setelah mendapat obat, Kodok_legi bisa pulang kerumah.
Itulah proses Kodok_legi menggunakan fasilitas BPJS di rumah sakit, cukup mudah dan sederhana. Proses ini Kodok_legi lakukan di RS Abepura Jayapura. Mungkin proses BPJS di rumah sakit lain sedikit berbeda, tapi Kodok_legi yakin tidak akan terlalu berbeda dengan proses yang Kodok_legi lalui.
Gambar di Ambil dari Google

Semoga sharing pengalaman ini bisa menambah pengetahuan.

Jumat, 25 April 2014

Beberapa Hal pada Film Captain America: Winter Soldier

24 April 2014 Kodok_legi menonton film terbaru yang diputar di bioskop, Captain America: The Winter Soldier. Kodok_legi cukup tertarik dengan film ini, mengingat film yang pertama menyajikan nuansa super hero yang berbeda dengan film-film lainnya, baik yang dikeluarkan Studio Marvel sebelumnya maupun pahlawan-pahlawan di DC Comic.

 gambar diambil dari Google

Film ini cukup menyajikan aksi yang menarik, pertarungan jarak dekat yang dapat dinikmati oleh mata, tanpa harus bingung siapa yang memukul atau siapa yang menendang. Karena memang kadang, pertarungan jarak dekat yang diperlihatkan di film cukup membingungkan bagi penonton. Membingungkan dalam arti untuk mengetahui siapa yang memukul, siapa yang menendang karena gerakan dalam film yang susah dicerna, atau mungkin sudut pengambilan gambarnya. Sebagai contoh adalah film transformer. Jujur, Kodok_legi sulit untuk mencerna adegan bertempur antara robot decepticon dengan autobot. Sering bingung ini tangan siapa yang memukul itu, tangannya descepticon atau autobots. Tapi di film ini adegan pertempuran cukup jelas untuk dinikmati.

Ada beberapa hal yang cukup berkesan di Film ini bagi Kodok_legi, yaitu:
1. Karakter Captain America
Seperti diketahui dari film pertama bahwa sang kapten membeku cukup lama dan terbangun untuk melihat bahwa dunia telah berubah, dan kapten cukup kesulitan menyesuaikan diri. Sang kapten masih menjunjung nilai-nilai yang diperjuangkannya pada saat perang dulu. Saat itu Kapten berjuang melawan negara lain, dia memperjuangkan kemerdekaan, kebebasan dengan cara-cara yang dia yakini benar, yaitu kejujuran, kehormatan, kepercayaan, namun sepertinya nilai-nilai yang  dia anggap sangat berarti, ternyaya sangat berbeda dengan yang diyakini oleh orang di jaman ini.
Padahal nilai-nilai itulah yang menurut Kodok_legi harus tetap dipertahankan, kejujuran, kehormatan, kepercayaan di jaman sekarang ini. Saat ini masyarakat telah kehilangan nilai-nilai tersebut.

2. Pelaku dihukum sebelum berbuat.
Masih seputar keyakinan kapten. Dalam film tersebut, berkisar diantara proyek pembuatan senjata yang direncanakan untuk menjaga kedamaian. Senajata tersebut akan ditujukan kepada orang yang akan berbuat jahat. Dalam film sang kapten menolak senjata tersebut karena pada masa sang kapten (saat perang dunia 2), orang dihukum karena berbuat kejahatan, orang tidak dihukum karena kejahatan yang belum dilakukannya.
Hal ini seperti film Minority report, dimana terdapat cenayang yang memperkirakan bila terjadi pembunuhan, dan unit khusus dikirim untuk mencegah pembunuhan tersebut dan menghukum calon pelaku.
Kodok_legi berpikir bahwa ini adalah hal yang mengerikan. Bayangkan bila senjata itu ada, atau mungkin bayangkan bila ternyata pemerintah kita berpikir seperti itu (menghukum calon pelaku kejahatan yang belum berbuat kejahatan untuk kejahatan yang akan dilakukannya). Bagaimana bila ternyata calon pelaku nantinya sadar sebelum berbuat, bagaimana bila terjadi hal-hal yang diluar rencana dan akhirnya pelaku tidak jadi berbuat jahat. Niat awal yang baik untuk menjaga agar tidak terjadi kejahatan tapi pada akhirnya berujung  tidak baik.

3. Mungkin Kodok_legi kurang teliti, tapi Kodok_legi perhatikan bahwa dalam film tersebut, sang kapten tidak sekalipun menggunakan gadget masa kini.

Itu beberapa hal dari film ini yang cukup menarik perhatian Kodok_legi.

Senin, 21 Oktober 2013

Pengendara Berhelm Kuning

Bagi yang tinggal di kota besar di Indonesia pasti tahu tentang keberadaan Taxi. Ada bermacam-macam taxi di Indonesia yang berasal dari perusahaan yang berbeda. Ada taxi yang menggunakan mobil jenis sedan (pada umumnya) dan ada juga taxi yang menggunakan mobil jenis MPV. Namun satu hal yang jelas kita lihat bahwa itu taxi adalah tanda-tanda yang jelas menunjukan bahwa mobil itu (apapun jenis mobilnya) adalah taxi. Salah satu hal yang menjadi tanda adalah adanya sebuah tanda/lampu di atas kap mobil. Di taxi yang masih normal, apabila tanda/lampu diatas mobil tersebut menyala maka berarti taxi itu kosong/tidak ada penumpang, dan bila tanda tersebut mati maka taxi tersebut sedang melayani penumpang. Taxi juga biasanya berkeliling kota untuk mencari penumpang. Memang ada beberapa taxi yang "mangkal" di beberapa spot tertentu, tapi sebagian besar sering berkeliling mencari penumpang.

Sekarang, apa hubungannya dengan pengendara berhelm kuning.

Bila ada yang pernah ke Kota Manokwari, Papua Barat, pasti mengerti maksud Pengendara Berhelm Kuning. Ya, itu adalah ciri khas dari ojek di Kota Manokwari. Trus apa hubungannya dengan taxi?
Menurut Kodok_legi, Para pengendara berhelm kuning inilah taxi di kota Manokwari. Karena seperti ciri-ciri taxi yang sudah disebutkan diatas, maka para tukang ojek tersebut bisa dilihat ciri sebagai berikut:

1. Mereka punya tanda/ciri khas yang menunjukan bahwa mereka ojek.
 Tanda yang paling jelas adalah bahwa mereka pasti dan pasti memakai helm Kuning. Seperti taxi yang menggunakan lampu petunjuk di atas kap mobil, maka mereka pasti menggunakan helm kuning. Dan yang lebih menunjukan tanda tersebut adalah di bagian belakang helm tersebut, terdapat plat (semacam plat nomor kendaraan) yang di plat tersebut menunjukan angka-angka dan tulisan ojek.
Kodok_legi mengkonfirmasi kepada teman yang telah lama tinggal di Manokwari dan teman Kodok_legi menjelaskan bahwa ada semacam paguyuban di Manokwari yang menaungi ojek-ojek tersebut. Jadi apabila kita masuk panguyuban tersebut, maka mendapat semacam nomor anggota yang dipasang di bagian belakang helm yang pastinya berwarna kuning. Plat tersebut seolah menunjukan bahwa mereka adalah ojek resmi di kota Manokwari.

2. Para tukang ojek di Kota Manokwari berkeliling kota mencari mangsa??..... Pelanggan.
Seperti taxi yang kebanyakan berkeliling kota untuk mencari pelanggan, maka seperti itulah ojek di Kota Manokwari. Di setiap jalan pasti kita bisa melihat adanya ojek yang sedang berjalan tanpa pelanggan. Ojek tersebut biasanya mencari pelanggan. dan memang sangat mudah untuk mencari ojek, kita tinggal menunggu di pinggir jalan, maka pasti ada ojek yang akan lewat dan memberi tanda untuk menawarkan jasanya. Agak berbeda dengan ojek di jawa yang kebanyakan "mangkal" di beberapa spot, maka disini justru lebih sedikit yang "mangkal" di beberapa spot.

well, itulah ojek di kota Manokwari. Ada yang bilang no Pic = Hoax, maka Kodok_legi berikan pic yang blumayan cukup jelas (pengambilan foto di dalam mobil yang sedang berjalan atau sedang berhenti di lampu merah).


Selasa, 15 Oktober 2013

Pulau Mansinam Di Manokwari

Bagi beberapa orang, mungkin nama Pulau Mansinam cukup asing di telinga. Dimanakah letak pulau tersebut? Namun apabila pertanyaan tersebut ditanyakan kepada penduduk di kota Manokwari Papua Barat, maka bisa dikatakan hampir semua orang tahu tempat/lokasi pulau tersebut.
Pulau Mansinam jika kita mencari di search engine yang tersedia di internet maka akan menunjukan bahwa pulau tersebut menjadi salah satu ikon sejarah di Kota Manokwari. Di pulau inilah pertama kali injil datang. Pulau ini tempat misionaris yang membawa injil (agama kristen) mendarat di Papua dan memulai pelayanannya. Untuk lebih jelas tentang cerita kedatangan misionaris tersebut bolehlah di cari di halaman wikipedia maupun halaman internet yang lain yang menunjukan dengan mendetil sejarah Pulau Mansinam.

Kali ini Kodok_legi berkesempatan mengunjungi Pulau Mansinam. Kebetulan Kodok_legi sedang bertugas di Manokwari, dan kemudian melepaskan penat dengan berwisata ke Pulau Mansinam. Untuk menuju kesana dari Kota Manokwari cukup mudah. Banyak ojek yang pastinya bersedia mengantar ke pelabuhan untuk menuju Pulau Mansinam. Ojek di Kota Manokwari gampang dikenali. Terutama dengan tanda berupa helm berwarna kuning dan terdapat semacam plat yang berisi angka-angka yang menempel di bagian belakang helm tersebut. Tidak seperti ojek di pulau jawa yang kebanyakan mangkal di suatu tempat, ojek di Manokwari ini lebih sering berkeliling mencari pelanggan.

Apabila kita membawa mobil sendiri, cukup arahkan mobil ke arah pelabuhan atau ke arah jalan pasir putih. Nantinya kita akan melewati rumah sakit daerah dan kemudian setelah beberapa saat akan melewati sebuah gereja di sebelah kiri (Gereja Kwawi). Beberapa meter di depan gereja tersebut di sebelah kanan akan terdapat pelabuhan kecil yang menjorok ke laut. Pelabuhan yang cukup untuk perahu kecil (semacam perahu nelayan) yang menggunakan mesin motor tempel. Dipelabuhan kecil tersebut juga terdapat halaman yang cukup untuk memuat kurang lebih 7 mobil (bila di tata dengan benar).

Masyarakat di sana sangat ramah ketika Kodok_legi tanya (tentunya harus dengan sopan) mengenai cara kita ke pulau Mansinam. Ternyata di pelabuhan tersebut merupakan tempat perahu-perahu yang biasa menyeberangkan orang dari Kota Manokwari ke Pulau Mansinam (baik penduduk maupun turis). Perahu-perahu tersebut diatas semacam angkot air. Kita bisa menyewa perahu tersebut untuk mengantar (tentunya setelah negoisasi tentang harga). Dengan perahu tersebut kita bisa datang ke Pulau Mansinam maupun pulau di sebelahnya yaitu Pulau Lemon.

Pemandangan di Pulau Mansinam sangat indah, pasir putih yang lembut, air yang jernih, sangat cocok bagi yang ingin berenang. Arus air yang tidak begitu deras cocok juga bagi yang ingin snorkeling. Cuma kita harus pintar-pintar mencari  lokasi snorkeling. Kodok_legi tidak banyak memfoto hari ini hanya dua foto ini yang bisa Kodok_legi tampilkan. Bila ingin tahu lebih lagi, silahkan datang ke Pulau Mansinam


Jumat, 22 Juli 2011

Wow, Life is amazing


Ternyata hidup itu begitu menakjubkan. Melihat kehidupan manusia, ketika masih dalam kandungan ibu, terlahir kedunia sebagai seorang bayi, beranjak dewasa sampai dengan masa tuanya. mungkin terlihat seperti hal yang biasa saja, tapi sebenarnya adalah hal yang luar biasa, bagaimana berasal dari 2 sel menjadi manusia dewasa yang terdiri dari organ tubuh yang sangat kompleks. Sungguh menakjubkan.
Kodok_legi sekarang telah mempunyai keturunan, dia adalah Singa Berhati Emas. Perasaan yang timbul dalam hati Kodok_legi sangatlah meluap-luap. Benar-benar menakjubkan bagaimana bayi itu ada. Kodok_legi mengetahuinya karena ketika Singa Berhati Emas masih dalam kandungan, Kodok_legi selalu berusaha untuk menyapa berkomunikasi. Ketika Singa Berhati Emas telah lahir, mengirup udara bumi ini, tiada hari tanpa Kodok_legi menyapa, bercanda dengan Singa Berhati Emas.

Mempunyai anak merupakan pengalaman yang menakjubkan bagi Kodok_legi, hal ini berarti Kodok_legi harus dan mau tidak mau harus menjadi lebih dewasa lagi. Hal ini merubah paradigma Kodok_legi. Yang semula Kodok_legi hanya melihat hutan tempat tinggalnya saja, sekarang Kodok_legi harus juga melihat bahwa di luar hutan tempat tinggalnya ada ruangan lain yang bisa di eksplorasi. Mencari kebijaksanaan dari penghuni bumi yang lain.
Life is Amazing.

Sabtu, 28 Mei 2011

Menjadi yang Lebih baik

Menjadi lebih baik berarti tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Menjadi lebih baik berarti menghargai orang lain seperti menghargai diri sendiri.
Menjadi lebih baik berarti bangkit kembali ketika terjatuh.
Menjadi lebih baik berarti tidak masa bodoh dengan lingkungan sekitar.
Menjadi lebih baik berarti bertanggung jawab dalam setiap perkara yang ditanggungkan.
Menjadi lebih baik berarti tidak menganggap rendah orang lain.
Menjadi lebih baik berarti sabar ketika situasi tidak seperti yang dikehendaki.
Menjadi lebih baik berarti memberikan usaha maksimal dalam setiap tugas.
Menjadi lebih baik berarti mau memperbaiki diri.
Menjadi lebih baik berarti berusaha, berusaha dan berusaha..

Kamis, 19 Mei 2011

The Amazing Thing


Sejak dahulu Kodok_legi selalu kagum pada kereta api, dan Kodok_legi pun menjuluki Kereta api sebagai "The Amazing Thing".
Jika kereta api adalah The Amazing Thing nya Kodok_legi, maka apakah The Amazing Thing milikmu?

Fasilitas dan ......

Semua orang pasti ingin hidup yang enak, punya fasilitas yang menunjang kehidupannya. Seringkali Kodok_legi merasa iri bila pada saat di jalan bertemu dengan seorang anak muda, mungkin malah jauh lebih muda dari Kodok_legi tapi sudah naik mobil yang notabene adalah sangat mewah.
Ada 2 hal yang menjadi pemikiran Kodok_legi, negatif dan positif. Yang negatif adalah itu mobil (kekayaan) dalah milik orangtuanya dan si anak tadi tidak tau menahu bagaimana orang tuanya bekerja keras untuk mendapatkan hal itu, si anak tahunya hanya menggunakan fasilitas yang dimiliki orang tuanya untuk bersenang-senang. Sedang yang positif adalah, si anak sebenarnya memang bekerja tapi dalam bekerjanya mereka sudah memiliki fasilitas yang diberikan oleh orang tua nya.
Seorang sabahat Kodok_legi, si DePe pernah berkata, "Dok, kalo kita bekerja untuk mendapatkan fasilitas, sementara mereka (anak muda) bekerja sebagai pelengkap dari hidup, karena fasilitas sudah didapatkan."
Kodok_legi berusaha tidak menyesali bahwa Kodok_legi dilahirkan dari keluarga yang tidak kaya, toh sekalipun bukan dari keluarga yang kaya materi, namun Kodok_legi dibesarkan di keluarga yang kaya oleh cinta dan kasih sayang. Materi memang penting, tapi tanpa kasih apalah arti semuanya itu.
So, sekalipun saat ini Kodok_legi bekerja keras, berkeringat, berangkat pagi pulang malam, tapi hal tersebut demi keluarga yang Kodok_legi sayangi.

Kamis, 23 Desember 2010

The Room

Cerita di bawah ini tentang Brian Moore yang berusia 17 tahun, ditulis olehnya sebagai tugas sekolah. Pokok bahasannya tentang sorga itu seperti apa. “Aku membuat mereka terperangah,” kata Brian kepada ayahnya, Bruce. “Cerita itu bikin heboh. Tulisan itu seperti sebuah bom saja. Itulah yang terbaik yang pernah aku tulis.” Dan itu juga merupakan tulisannya yang terakhir.

Orangtua Brian telah melupakan esai yang ditulis Brian ini sampai seorang saudara sepupu menemukannya ketika ia membersihkan kotak loker milik remaja itu di SMA Teays Valley, Pickaway County , Ohio .

Brian baru saja meninggal beberapa jam yang lalu, namun orangtuanya mati-matian mencari setiap barang peninggalan Brian: surat-surat dari teman-teman sekolah dan gurunya, dan PR-nya. Hanya dua bulan sebelumnya, ia telah menulis sebuah esai tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di suatu ruang arsip yang penuh kartu-kartu yang isinya memerinci setiap saat dalam kehidupan remaja itu. Tetapi baru setelah kematian Brian, Bruce dan Beth, mengetahui bahwa anaknya telah menerangkan pandangannya tentang sorga.

Tulisan itu menimbulkan suatu dampak besar sehingga orang-orang ingin membagikannya. “Anda merasa seperti ada di sana ,” kata pak Bruce Moore. Brian meninggal pada tanggal 27 Mei, 1997, satu hari setelah Hari Pahlawan Amerika Serikat. Ia sedang mengendarai mobilnya pulang ke rumah dari rumah seorang teman ketika mobil itu keluar jalur Jalan Bulen Pierce di Pickaway County dan menabrak suatu tiang. Ia keluar dari mobilnya yang ringsek tanpa cedera namun ia menginjak kabel listrik bawah tanah dan kesetrum.

Keluarga Moore membingkai satu salinan esai yang ditulis Brian dan menggantungkannya pada dinding di ruang keluarga mereka. “Aku pikir Tuhan telah memakai Brian untuk menjelaskan suatu hal. Aku kira kita harus menemukan makna dari tulisan itu dan memetik manfaat darinya,” kata Nyonya Beth Moore tentang esai itu.

Nyonya Moore dan suaminya ingin membagikan penglihatan anak mereka tentang kehidupan setelah kematian. “Aku bahagia karena Brian. Aku tahu dia telah ada di sorga. Aku tahu aku akan bertemu lagi dengannya.”

Inilah esai Brian yang berjudul “Ruangan”.

Di antara sadar dan mimpi, aku menemukan diriku di sebuah ruangan. Tidak ada ciri yang mencolok di dalam ruangan ini kecuali dindingnya penuh dengan kartu-kartu arsip yang kecil. Kartu-kartu arsip itu seperti yang ada di perpustakaan yang isinya memuat judul buku menurut pengarangnya atau topik buku menurut abjad.

Tetapi arsip-arsip ini, yang membentang dari dasar lantai ke atas sampai ke langit-langit dan nampaknya tidak ada habis-habisnya di sekeliling dinding itu, memiliki judul yang berbeda-beda.

Pada saat aku mendekati dinding arsip ini, arsip yang pertama kali menarik perhatianku berjudul “Cewek-cewek yang Aku Suka”. Aku mulai membuka arsip itu dan membuka kartu-kartu itu. Aku cepat-cepat menutupnya, karena terkejut melihat semua nama-nama yang tertulis di dalam arsip itu. Dan tanpa diberitahu siapapun, aku segera menyadari dengan pasti aku ada dimana.

Ruangan tanpa kehidupan ini dengan kartu-kartu arsip yang kecil-kecil merupakan sistem katalog bagi garis besar kehidupanku. Di sini tertulis tindakan-tindakan setiap saat dalam kehidupanku, besar atau kecil, dengan rincian yang tidak dapat dibandingkan dengan daya ingatku. Dengan perasaan kagum dan ingin tahu, digabungkan dengan rasa ngeri, berkecamuk di dalam diriku ketika aku mulai membuka kartu-kartu arsip itu secara acak, menyelidiki isi arsip ini. Beberapa arsip membawa sukacita dan kenangan yang manis; yang lainnya membuat aku malu dan menyesal sedemikian hebat sehingga aku melirik lewat bahu aku apakah ada orang lain yang melihat arsip ini.

Arsip berjudul “Teman-Teman” ada di sebelah arsip yang bertanda “Teman-teman yang Aku Khianati”. Judul arsip-arsip itu berkisar dari hal-hal biasa yang membosankan sampai hal-hal yang aneh. “Buku-buku Yang Aku Telah Baca”. “Dusta-dusta yang Aku Katakan”. “Penghiburan yang Aku Berikan”. “Lelucon yang Aku Tertawakan”. Beberapa judul ada yang sangat tepat menjelaskan kekonyolannya: “Makian Buat Saudara-saudaraku”.

Arsip lain memuat judul yang sama sekali tak membuat aku tertawa: “Hal-hal yang Aku Perbuat dalam Kemarahanku.”, “Gerutuanku terhadap Orangtuaku”. Aku tak pernah berhenti dikejutkan oleh isi arsip-arsip ini. Seringkali di sana ada lebih banyak lagi kartu arsip tentang suatu hal daripada yang aku bayangkan. Kadang-kadang ada yang lebih sedikit dari yang aku harapkan. Aku terpana melihat seluruh isi kehidupanku yang telah aku jalani seperti yang direkam di dalam arsip ini.

Mungkinkah aku memiliki waktu untuk mengisi masing-masing arsip ini yang berjumlah ribuan bahkan jutaan kartu? Namun setiap kartu arsip itu menegaskan kenyataan itu. Setiap kartu itu tertulis dengan tulisan tanganku sendiri. Setiap kartu itu ditanda-tangani dengan tanda tanganku sendiri.

Ketika aku menarik kartu arsip bertanda “Pertunjukan- pertunjukan TV yang Aku Tonton”, aku menyadari bahwa arsip ini semakin bertambah memuat isinya. Kartu-kartu arsip tentang acara TV yang kutonton itu disusun dengan padat, dan setelah dua atau tiga yard, aku tak dapat menemukan ujung arsip itu. Aku menutupnya, merasa malu, bukan karena kualitas tontonan TV itu, tetapi karena betapa banyaknya waktu yang telah aku habiskan di depan TV seperti yang ditunjukkan di dalam arsip ini.

Ketika aku sampai pada arsip yang bertanda “Pikiran-Pikiran yang Ngeres”, aku merasa merinding di sekujur tubuhku. Aku menarik arsip ini hanya satu inci, tak mau melihat seberapa banyak isinya, dan menarik sebuah kartu arsip. Aku terperangah melihat isinya yang lengkap dan persis. Aku merasa mual mengetahui bahwa ada saat di hidupku yang pernah memikirkan hal-hal kotor seperti yang dicatat di kartu itu. Aku merasa marah.

Satu pikiran menguasai otakku: Tak ada seorangpun yang boleh melihat isi kartu-kartu arsip in! Tak ada seorangpun yang boleh memasuki ruangan ini! Aku harus menghancurkan arsip-arsip ini! Dengan mengamuk bagai orang gila aku mengacak-acak dan melemparkan kartu-kartu arsip ini. Tak peduli berapa banyaknya kartu arsip ini, aku harus mengosongkannya dan membakarnya. Namun pada saat aku mengambil dan menaruhnya di suatu sisi dan menumpuknya di lantai, aku tak dapat menghancurkan satu kartupun. Aku mulai menjadi putus asa dan menarik sebuah kartu arsip, hanya mendapati bahwa kartu itu sekuat baja ketika aku mencoba merobeknya. Merasa kalah dan tak berdaya, aku mengembalikan kartu arsip itu ke tempatnya. Sambil menyandarkan kepalaku di dinding, aku mengeluarkan keluhan panjang yang mengasihani diri sendiri.

Dan kemudian aku melihatnya. Kartu itu berjudul “Orang-orang yang Pernah Aku Bagikan Injil”. Kotak arsip ini lebih bercahaya dibandingkan kotak arsip di sekitarnya, lebih baru, dan hampir kosong isinya. Aku tarik kotak arsip ini dan sangat pendek, tidak lebih dari tiga inci panjangnya. Aku dapat menghitung jumlah kartu-kartu itu dengan jari di satu tangan. Dan kemudian mengalirlah air mataku. Aku mulai menangis. Sesenggukan begitu dalam sehingga sampai terasa sakit. Rasa sakit itu menjalar dari dalam perutku dan mengguncang seluruh tubuhku. Aku jatuh tersungkur, berlutut, dan menangis. Aku menangis karena malu, dikuasai perasaan yang memalukan karena perbuatanku. Jajaran kotak arsip ini membayang di antara air mataku. Tak ada seorangpun yang boleh melihat ruangan ini, tak seorangpun boleh.

Aku harus mengunci ruangan ini dan menyembunyikan kuncinya. Namun ketika aku menghapus air mata ini, aku melihat Dia.

Oh, jangan! Jangan Dia! Jangan di sini. Oh, yang lain boleh asalkan jangan Yesus! Aku memandang tanpa daya ketika Ia mulai membuka arsip-arsip itu dan membaca kartu-kartunya. Aku tak tahan melihat bagaimana reaksi-Nya. Dan pada saat aku memberanikan diri memandang wajah-Nya, aku melihat dukacita yang lebih dalam dari pada dukacitaku. Ia nampaknya dengan intuisi yang kuat mendapati kotak-kotak arsip yang paling buruk.

Mengapa Ia harus membaca setiap arsip ini? Akhirnya Ia berbalik dan memandangku dari seberang di ruangan itu. Ia memandangku dengan rasa iba di mata-Nya. Namun itu rasa iba, bukan rasa marah terhadapku. Aku menundukkan kepalaku, menutupi wajahku dengan tanganku, dan mulai menangis lagi. Ia berjalan mendekat dan merangkulku. Ia seharusnya dapat mengatakan banyak hal. Namun Ia tidak berkata sepatah katapun. Ia hanya menangis bersamaku.

Kemudian Ia berdiri dan berjalan kembali ke arah dinding arsip-arsip. Mulai dari ujung yang satu di ruangan itu, Ia mengambil satu arsip dan, satu demi satu, mulai menandatangani nama-Nya di atas tanda tanganku pada masing-masing kartu arsip. “Jangan!” seruku bergegas ke arah-Nya. Apa yang dapat aku katakan hanyalah “Jangan, jangan!” ketika aku merebut kartu itu dari tangan-Nya. Nama-Nya jangan sampai ada di kartu-kartu arsip itu. Namun demikian tanpa dapat kucegah, tertulis di semua kartu itu nama-Nya dengan tinta merah, begitu jelas, dan begitu hidup. Nama Yesus menutupi namaku. Kartu itu ditulisi dengan darah Yesus! Ia dengan lembut mengambil kembali kartu-kartu arsip yang aku rebut tadi. Ia tersenyum dengan sedih dan mulai menandatangani kartu-kartu itu. Aku kira aku tidak akan pernah mengerti bagaimana Ia melakukannya dengan demikian cepat, namun kemudian segera menyelesaikan kartu terakhir dan berjalan mendekatiku. Ia menaruh tangan-Nya di pundakku dan berkata, “Sudah selesai!”

Aku bangkit berdiri, dan Ia menuntunku ke luar ruangan itu. Tidak ada kunci di pintu ruangan itu. Masih ada kartu-kartu yang akan ditulis dalam sisa kehidupanku.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Jika anda ingin meneruskan pesan ini kepada sebanyak mungkin orang-orang sehingga kasih Tuhan Yesus akan menjamah hidup mereka, forwardlah pesan ini! Arsip “Orang-Orang yang Aku Bagikan Injil” milikku akan makin bertambah besar, bagaimana dengan milik anda?

JIKA ADA PESAN YANG PERNAH AKU BACA YANG PERLU BERKELILING DUNIA, INILAH SALAH SATUNYA! TERUSKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG ANDA KENAL! MARILAH KITA PENUHI ARSIP KITA DENGAN HAL-HAL KEKAL DAN TUHAN MEMBERKATI ANDA!

Rabu, 29 September 2010

Game: Shining Force

Shining Force adalah sebuah game bergenre Role Playing Games (RPG) yang dikeluarkan oleh SEGA. Sekalipun demikian Kodok_legi memainkan game ini tidak di console SEGA, tapi pada komputer. Kodok_legi masih ingat memainkan game ini karena terpaksa. Terpaksa karena waktu itu, sekitar tahun 2004, Kodok_legi hanya memiliki PC yang sangat-sangat jauh ketinggalan specsnya. Disaat yang lain sudah pentium 4, Kodok_legi hanya mempunyai under pentium.

Anyway, keterpaksaan tersebut ternyata menimbulkan ketertarikan. Berawal dari terpaksa karena tidak ada game yang kompatibel dengan komputer, akhirnya menjadi tertarik dan akhirnya menjadikan menjadi penggemar. Bahkan sekuelnya Shining Force II menjadi my best ever all the time RPG, yang ditempat kedua di tempati oleh Final Fantasy VIII.

Cukup untuk nostalgianya. Shining Force menawarkan sesuatu yang berbeda pada saat itu (dalam artian pada saat Kodok_legi memainkannya). Menurut Kodok_legi, hal yang berbeda tersebut adalah sebagai berikut:


1. Battle System
Shining Force menawarkan suatu sistem pertarungan yang mengandalkan strategi. Dalam sistem tersebut, karakter bertarung dalam suatu area yang telah ditetapkan. Karakter kemudian bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Jauh dekatnya pergerakan tersebut dipengaruhi oleh level karakter, area yang dilalui, dsb. Misal, area yang dilalui adalah gurun pasir, maka karakter yang melalui darat hanya bisa berjalan beberapa langkah tiap giliranya, sedangkan karakter yang bergerak melalui udara bisa lebih jauh lagi bergeraknya.
Pergerakan karakter ditentukan oleh kita, kecuali karakter lawan. Kita bisa saja menggerakan semua karakter untuk menyerang satu musuh, atau membagi karakter untuk bertanding one on one dengan musuh.
Kalo dipikir-pikir, hampir mirip dengan catur.

2. Jumlah Karakter
Tentu saja pemain akan memainkan tokoh protagonis (nama asli dalam bhs inggris adalah Bowie, tapi kita bisa menamakannya sesuai keinginan kita). Tapi kemudia ketika sudah memulai pertempuran, maka kita bisa memainkan lebih dari 10 karakter yang berbeda. Bayangkan ada seorang Hero yang ahli pertarungan jarak pendek,terus ada warrior yang juga jarak pendek, ada paladin yang bisa melempar tombak yang menjadikan dia petarung jarak pendek dan menengah, kemudian ada pemanah yang ahli jarak jauh, terus ada penyihir yang mampu mengeluarkan sihir yang dahsyat, ada penyihir yang ahli menyembuhkan dan lain-lain. Kita harus bisa meramu karakter-karakter tersebut sehingga menjadi kekuatan yang tak terkalahkan. Dibandingkan RPG lain yang hanya menampilkan beberapa karakter pada saat pertempuran, tentunya Shining Force lebih unggul.


terimakasih untuk Wolfgang Landgraf, Germany dan situsnya yang telah membuat gambar-gambar diatas.

3. Area Pertarungan
Shining Force II menawarkan area pertarungan yang beragam, dari mulai tanah lapang biasa, pertarungan di atas kapal, hingga yang paling ekstrem pertarungan di dalam Gua. Pertarungan di dalam gua ini unik, karena penerangan sangat minim. Pemain hanya bisa melihat beberapa petak di sekitar karakter yang dijalankan. Hal ini menjadikan pertarungan memliki tingkat kesulitan yang tinggi, yang berarti tantangan juga.

Plot yang diusung Shining Force I maupun II masihlah tetap standar pada zaman itu. Mengalahkan penguasa kegelapan dalam hal ini Zeon dan menyelamatkan dunia. Plot yang standar dibandingkan dengan Final Fantasy series, namun hal ini semakin diperbaiki.

Seri terakhir yang dikeluarkan adalah Shining Force III, yang terdiri dari 3 Scenario yang berbeda. Untuk Shining Force III, Kodok_legi belum dapat membuat penilaian ala Kodok_legi dikarenakan Kodok_legi belum memainkannya. Berdasarkan info di internet, hanya scenario 1 yang di terjemahkan ke Bahasa Inggris, sedangkan scenario 2 dan 3 tidak diterjemahkan alias masih berbahasa Jepang. Hal yang sangat di sesalkan oleh fans Shining Force di seluruh dunia (kecuali Jepang).

Akhirnya Kodok_legi memberikan penilaian 9 untuk game ini. Penilaian ini didasarkan pada battle system yang benar-benar strategic serta pilihan karakter yang banyak.

Jika anda suka bermain game RPG, Shining Force layak dicoba.

Kamis, 12 Agustus 2010

Be My Friend

Jangan merasa menyesal,
karena dirimu menyayangiku

Jangan merasa seorang diri,
Karena dirimu kehilangan wujud nyataku

Janganlah kau bersedih
Ketika kau mengingatku

Jangan pernah kecewa,
Karena waktu yang berlalu begitu cepat

Sebab aku tahu
Ada ruang dihatimu untukku

Maka jangan menangis
Saat perpisahan tiba

Karena aku dan kau percaya
Akan akhir yang indah

Ingatlah waktu-waktu terbaik
Yang pernah kita lewati bersama

Karena semua itulah
Yang menenun kita sedemikian rupa

Saat ini aku hanya ingin berkata

jadilah SAHABATKU selamanya.


untuk kenangan yang tak terlupakan dari sang putri.

Senin, 14 Juni 2010

Kancil nunggu sulinge Nabi Sulaiman

Kocap kacarita, Kancil mlayu sakemenge awit dioyak dening Macan sing sajake pancen wus keluwen. Playune rindhik asu digitik.
Paribasan padha karo playune angin. Nanging dhasare sing dimungsuh Macan, arepa mlayu sakpole ya tetep wae ora bisa ilang saka pandelenge ratuning kewan alas kuwi. Sansaya suwe sansaya cedhak. Siunge macan dawa-dawa tur lancip, ketok mlaha amarga cangkeme mangap sedya gage nyaplok awake Kancil sing pancen lemu gilig.
Ambegane Kancil wus megap-megap. Sikile wus sengleh. Macan sing ngoyak ing mburine sajake mangerteni kekuatane mangsane. Mula playune banjur dirindhikake, saya suwe saya alon banjur pungkasane mlaku biyasa.
Mak keclap! Kancil mara-mara wus ora ketok ing pandeleng. Macan sing mlaku lelambeyan sanalika gragapan. E, kojur tenan yen nganti ora kecekel, wetenge wus kluruk, ambegane ya wis krenggosan kanggo ngoyak kewan cilik kuwi, banjur saiki ora ketok buntute. Yen mlayu mesthine durung adoh, saadoh-adohe Kancil mlayu ora bakal luput saka panjangkane.
Macan wus sumadhiya mancal gas maneh sedya ngoyak, nanging kedhisikan landhepe irung sing ngandhaake menawa Kancil isih neng kono. ”Woooo, arep ngapusi aku, pa, Cil! Ora bisa! Ora bakal bisa kowe ngapusi aku!” ngono kandhane Macan sinambi clingak-clinguk nggoleki dununge Kancil.
”Cil...., Kancil...... ! Ora usah ndhelik! Ndhelika neng njero rong ya tetep bisa dak temokake!”
”Njedhula, Cil, yen ora kepengin matimu rekasa! Yen kowe njedhul dhewe mengko kepenak patimu! Ning, nek nganti dak temokake kowe ing kahanan ndhelik, wooo... klakon dak sia-sia dhisik, dak potheng-potheng dhisik sadurunge dak pateni. Mula Cil, kowe kari milih, milih mati sing kepenak, utawa mati sing rekasa....!”
Kancil ora cemuwit babar pisan. Nanging Macan yakin, irunge manteb nduduhake panggonane wis cedhak karo mangsane.
”Ayo, Cil, ora usah gojeg! Aku wus ngerti papanmu! Aja nganti aku marani rono yen kepengin patimu ora rekasa. Cil....!”
”Ssstttt! Aja rame-rame! Aku neng kene! Neng ngisor papringan sisih kiwamu!” rada kaget campur isin Macan keprungu suarane Kancil. Nyata pancen cedhak banget karo dheweke.
Macan banjur milang-milingi papringan ing sisih kiwane. Lan bener wae, Kancil pancen ana ing sangisore pring-pring sing ngrembuyung.
”Ha...ha....ha. ... ! Kancil, Kancil, ngapa kowe ndadak ndhelik ana ing kana? Ora ana paedahe! Pungkasan uripmu ya tumancep ing siungku iki! Ha...ha..ha. ...!” ujare Macan karo lakak-lakak.
”Lho, ndhelik piye?! Aku iki ora ndhelik ya, Can! Rene nyedhaka, dak kandhani!”
”Ora ndhelik? Lha ngapa kowe teka mlayu klepat ngerti tekaku mau? Ngapa kowe mlayu nganti dak oyak tekan kene yen kowe pancen ora wedi dak pangan?!
”Oalah Can, Macan. He, tak kandhani ya, aku iki mau mlayu amarga aku kelingan nduwe kewajiban sing jebul dak lirwaake nganti awan iki. Ya, neng papan iki!”
”Kewajiban apa? Aja reka-reka kowe, Cil! Aku ora gampang koapusi! Rasah kakehan omong, gage reneya dakpangan!”
”Wooo..., dikandhani kok ora percaya! Coba rungakna...!”
Kancil banjur meneng. Mripate dieremake. Dijak caturan dening Macan ora semaur, malah nemplekake drijine ing sadhuwure lambene, menehi pratandha Macan supaya melu meneng. Macan isih bingung nuli milang-miling, kupinge dibukak amba, selak kepengin ngerti apa sing lagi ditindakake Kancil.
”Sssiuuuuuut. ..!” keprungu swara kaya suling bareng karo tekane angin sing sumiyut.
”Apa kuwi, Cil?” pitakone Macan gumun.
”Lha, ya iki, Can! Aku iki entuk tugas dikongkon nunggu sulinge Nabi Sulaiman! Kowe rak wus krungu dhewe, kepriye unine?! Kepenak ora?”
”Wah, ketoke ya apik! Ning coba, Cil, unekna maneh sulinge!”
”Ya, yen mengkana menenga dhisik! Penakna awakmu, leyeh-leyeh dhisik. Leyeh-leyeh sinambi ngrungoake sulinge Nabi Sulaiman. Aku sing ngunekake, ora apa-apa, pisan-pisan nyenengake kanca!”
”Ha-a, Cil! Coba unekna maneh aku dak leyeh-leyeh ing kene,” ujare Macan karo ndlosor.
”Siyuuuuut!” swara suling keprungu maneh. Pancen penak dirungokake kuping. Apamaneh awan-awan, neng ngisor papringan, adhem lan silir, walah, terus gawe ngantuk!
Bareng wus kepenak, Macan kaya dilalekake bab mangsa Kancil sing durung kaleksanan. Pangrasane banget tentrem kalipur swara suling lan sumilire angin.
”Piye, Can?! Kepenak ta?”
”Iya, Cil! Pancen penak tenan!”
”Ning anu, Can, aku iki kudu lunga maneh. Nekani bancakan neng desa pinggir alas kana. Menawa aku titip kowe saperlu nunggokake sulinge Nabi Sulaiman iki, kepriye, gelem ora?”
”Piye?”
”Tulung ya, Can! Gur sedhela, kok! Mengko aku bali maneh karo gawa ulih-ulihe bancaan, enak, Can! Daging sapi seger!”
”Tenanan, Pa?”
”Tenan, Can! Mosok iya aku ngapusi? Kowe kuwi rak kadangku tuwa!”
”Ning aku diajari ngunekake sulinge dhisik, Cil!” akone Macan. ”Dadi aku ya kepenak, karo nunggu tekamu sinambi ngrungokake suling sing swarane kepenak kuwi!”
”Gampang...! Gampang banget, Can! Reneya dak warahi carane. Ilatmu tokna banjur selehna ing sak tengahe pring-pring iki, eling lho, Can, kudu ing satengahe pring-pring iki, tunggunen nganti ana angin. Lha, mengko mesthi muni!”
”Gur meletake ilat njur mengko muni dhewe, Cil?! Tenanan kuwi?”
”Dikandhani ora percaya...”
”Ya, ya. Aku percaya, Cil. Kene dakcobane.”
”Kosik, aja kesusu! Aku dak mlaku ngadoh sik! Ya, kira-kira sepuluh meteran, nganti tekan tikungan kuwi lho, Can! Soale ngene, sulinge Nabi Sulaiman kuwi nek isih ngerti klebatku ing kene ora bakal gelem muni yen sing ngunekake dudu aku!”
”O...ngono! Amarga dheweke ngerti yen sing diutus njaga kuwi kowe ya, cil?!”
”Iya! Piye? Sida arep ngunekake sulinge Nabi Sulaiman?”
”Ya sida no! Kana gage mlakua, aku wus ora sabar kepengin nyoba sulinge!”
Kancil ngangkat jempolane, semono uga Macan.
Lakune Kancil wus rada adoh, wus ora ketok ing pandelenge Macan. Mula Macan banjur meletake ilat lan dipapanake ing satengahe pring-pring ing papringan kuwi. Atine ndonga muga-muga ndang ana angin tumiyup supaya sulinge bisa muni. Muga-muga angine rada banter lan suwe supaya unine suling sansaya apik.
Temenan. Ora let suwe angine tumiyub, rada banter sisan, jebles karo pandongane Macan.
”Criyeet Syiuuuuuuuut!”
”Wuadhuhhhhhh, Biyung...... , tulung...... ! Macan mbengok ora ketulungan. Ilate kejot-kejot kecepit pring. Larane setengah mati. Batine misuh-misuh amarga rumangsa kapusan.
”Wo..., kurang ajar kowe, Cil! Teka wani kowe ngapusi aku! Klakon dakuncit neng ngendi playumu! Awas kowe, Cil...!”
Nanging, Kancil wus ora ketok babar pisan. Gandane ya ora krasa, nandakake menawa playune pancen wus adoh tenan.